DOT EAM

DOT EAM

DOT EAM (Enterprise Asset Management) adalah solusi spesifik bagi capital intensive industry dalam pengelolaan assetnya. Asset sangat strategis bagi perusahaan karena di satu sisi merupakan sumber pendapatan utama, di sisi lain merupakan pusat pengeluaran biaya yang utama juga, baik untuk kebutuhan operasionalnya ataupun perawatan.

Dalam siklusnya, asset bisa jadi mengalami pemindahan lokasi, organisasi, perawatan, peningkatan, dan lain-lain hingga berakhir masa hidupnya (dispose) untuk kemudian diganti dengan asset baru. Keseluruhan aktifitas tersebut haruslah termonitor dengan baik sehingga perusahaan dapat menentukan titik optimal antara memaksimalkan produktifitas asset dengan total biaya.

DOT EAM merupakan sistem dalam pengelolaan asset yang mengacu pada PAS 55-1-2008 dan PAS 55-2-2008 dari British Standard tentang Asset Management. Pengelolaan asset dilakukan dalam siklus hidupnya (life cycle) sejak dari Planning, Acquire, Operate, Maintain, hingga Dispose.

Berbagai modul yang terdapat dalam DOT EAM adalah :

Asset Management, Modul Asset Management merupakan system pengelolaan asset sejak dari pendataan asset, pengelompokan, penentuan departemen penangung jawab, pengelolaan dokumen (asuransi, manual book, drawing design, perijinan, dll.), dan lain-lain.

Asset Operation and Maintenance Management, Modul Asset Operation and Maintenance Management merupakan system pengelolaan operasional asset seperti :

Dan berbagai fitur lain lagi yang digunakan dalam operasional dan perawatan asset.

Sparepart Management, Sparepart Management adalah system pengelolaan sparepart yang terintegrasi sejak dari permintaan, pembelian, hingga keseluruhan proses inventory.

Service Management, Service Management adalah system untuk penanganan service yang harus dilakukan oleh pihak di luar perusahaan.

Asset Procurement Management, Asset Procurement Management adalah system untuk pembelian asset.

Dengan DOT EAM, maka kita bisa melacak detail asset, sejak dari proses pembelian, lokasi, berbagai maintenance yang telah dilakukan, history operasi, total biaya yang terserap pada asset tersebut, dan masih banyak lagi. Berbagai fitur tersebut akan memberikan pandangan yang menyeluruh terhadap asset sehingga dapat diambil keputusan yang optimal antara maksimasi output asset dan minimasi biaya.